Jumat, 04 Juni 2010

Paku

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk

mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan

mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang

setiap kali dia marah ...



Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia

marah ... Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa

ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.



Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa

mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia

memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia

mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.



Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya

bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke

pagar. "Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah

lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti

sebelumnya. "Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu

meninggalkan bekas seperti lubang ini ... di hati orang lain.



Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu ...

Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada ...

dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik ..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar